FABEL "KUCING KECIL DAN SERIGALA"

 FABEL "Kucing Kecil dan Serigala Hutan"

Pada suatu sore, ada seorang majikan yang menelantarkan kucing tangguh bernama Moci ke hutan, sebab majikan tak mau mengurusnya karena dianggap merepotkan.
Namun, Moci tak bersedih hati. Moci tau bahwa majikannya adalah orang jahat yang tak pantas menjadi majikannya lagi.

Moci, si kucing putih ini berjalan jalan di hutan mencari tempat tinggal. “aku harus menemukan tempat untuk ditinggali dan pergi mencari makan” pikirnya. Setelah beberapa lama, Moci menemukan pohon yang sangat besar. Di sebelahnya, ada pohon kecil yang kayunya sangat berguna untuk dibuat rumah. Akhirnya, Moci menebang pohon kecil tersebut dan membuat rumah kecil untuk dirinya.

Keesokan harinya, Moci ingin mencari makan. Moci berjalan menuju pohon dengan buah mangga yang banyak. Setelah tinggal beberapa langkah lagi menuju pohon, ada dua serigala yang menghadang.
serigala mengatakan, “kucing apa ini? Apa kau pendatang baru di hutan ini?”. “ya. Ada apa?” tanya Moci. “pergilah ke rumah kami bersama, kami akan siapkan makanan untukmu. Kita sesama karnivora”. Tanpa takut, Moci menyetujui hal itu. “baiklah”. Moci tahu, serigala tertawa cekikikan dan mungkin berniat buruk.

Sesampainya di rumah serigala yang besar, kucing ini dipersilahkan duduk untuk makan. Moci makan dengan lahap setelah membaca doa. Kemudian, Moci ingin berterima kasih dengan dua serigala tadi “serigala, dimana kau” Moci mencari. Tanpa diduga, serigala muncul dari dalam suatu kamar dengan membawa jaring. Kemudian ia lempar untuk memerangkap Moci. Moci tertangkap. Tapi, ia tak menyerah. “apa yang kalian inginkan?”
“tentu saja untuk memakanmu, hahaha. Kau sudah memakan daging beracun tadi, berhati hatilah kucing kecil. Bagaimana perasaanmu?”. Moci terkejut. Tapi ia teringat bahwa dia sudah membaca doa sebelum makan tadi. “baiklah, kita lihat saja nanti” jawab Moci tegas sembari mencakar cakar jaring.

Kemudian, moci dibawa ke gudang berpaku dengan banyak pisau disana. “apa yang mereka pikirkan?” gumam Moci. Moci tetap berusaha untuk mencakar jaring, tanpa ada reaksi racun itu. “sepertinya, mereka menunggu racun yang kumakan bereaksi”. Namun, benar saja. Moci kebal terhadap racun itu. Diam diam dia mengambil pisau dengan ekornya yang indah seperti bulan sabit. Moci memotong jaring itu dan bisa keluar dari perangkap. Dengan cepat, Moci mencari sesuatu yang bisa digunakan untuk melawan serigala.

Di dapur, dua serigala menyiapkan bumbu yang tepat untuk memakan kucing. Mereka dulu adalah mantan koki, namun menjadi mantan narapidana juga. Sebab, mereka tak hanya membuat makanan, tetapi juga memproduksi racun, dan memberi racun pada satu pelanggan restoran karena dendam, anehnya pelanggan ini mengetahui niat mereka dan kebal pada racun.

Setelah itu, serigala pergi menuju Gudang tadi. Namun, moci segera melemparkan bubuk yang ia temukan di Gudang ke mata serigala. “tidak! Apa yang dia lakukan! Kenapa dia lepas?! Mataku!”. Serigala lain mengatakan, ”mataku! Kenapa racunnya tak berhasil?! Tak bisa dipercaya! Bisa jadi dia adalah korban racun restoran dulu!”. Setelah mendengar perkataan mereka, Moci kabur keluar rumah dan berlari menuju polisi. “mereka pernah meracuni siapa?” gumam Moci diperjalanan.

Di kantor polisi, moci menceritakan kejadian tadi. Namun, polisi kekurangan bukti. Sehingga laporan Moci tidak bisa diteruskan.
Moci berlari menuju rumah buatannya “kenapa polisi seperti itu? Aku harus menghukum serigala jahat itu sendiri suatu saat”

Setelah itu, beberapa minggu kemudian.

Moci bertemu serigala itu dekat pohon mangga, “halo serigala”. “hai kucing kecil” jawab serigala. Namun, serigala itu hanya sendiri. Moci mengatakan “kau tak mau memakanku?”. “diamlah! temanku hilang! Kami bertengkar kemarin! Dan dia menghilang begitu saja!”. Setelah itu, Moci dan serigala bernama Olfa beradu mulut seperti debat. Ditambah dengan perjanjian supaya Moci tak dimakan serigala. Akhirnya, Moci yang ingin membantu dan bekerja sama dengan serigala mendapatkan keinginannya. “berusahalah jika mau mempunyai hasil” tegas Moci.

Keesokan harinya, saat mereka sedang mencari satu teman serigala bernama Wofy yang hilang, mereka melihat pemburu. Pemburu mengarahkan anak panahnya ke seekor hewan. Dan ternyata, hewan itu adalah Wofy. Dengan cepat, Moci langsung mengejar pemburu dan menggigit kaki pemburu. Anak panah pemburu meleset. Olfa langsung menuju temannya itu dan Moci dikejar pemburu. Setelah serigala sudah berbaikan dan menjelaskan semuanya, mereka mencari Moci.
setelah beberapa menit, mereka menemukan Moci. Mereka mencakar pemburu itu, dan pemburu jatuh ke jurang. Sedangkan Moci selamat.
Kemudian, mereka saling berterima kasih dan menjadi teman.  

Disamping itu, saat mereka sedang bercerita tentang masa lalu sebagai teman, Wofy bertanya “dulu kami narapidana karena meracuni hewan. dia sama sepertimu, kebal racun”. “aku hanya berdoa sebelum melakukan sesuatu dan ya begitulah. Lalu, siapa yang kalian racuni?”. “kami dendam dengannya sebab ia pernah mengacaukan restoran kami, ia berkata ada rambut di hidangannya. Tapi, sekarang kami tak ada dendam dengannya, karena kau mengubah kami menjadi hewan baik”. Sebuah foto dengan gambar kucing besar berwarna abu abu ditujukan pada moci. “ini dia” kata Olfa.
Moci terkejut, “apa ini? Dimana dia?”. Dua Serigala itu bingung, ”ada apa dengannya?”. “dimana dia?” sambung Moci. “ dia sekarang tinggal di hutan ini, di dalam pohon terbesar di hutan ini, sepertinya dekat rumahmu. Tapi ia tak pernah keluar. Mengapa?” jawab dua serigala bersahutan. “aku harus menemukannya, nanti kuceritakan” tegas Moci.

Dan, setelah moci mengetuk pintu rumah dan menunggu lama di pohon itu bersama dua serigala, keluarlah seekor kucing besar.
“Kakak!” sorak Moci dan langsung memeluk kucing yang dipanggil ‘kakak’ itu, serigala kebingungan. Kucing yang kakak beradik itu menangis gembira.

Setelah beberapa saat, Moci menceritakan semuanya kepada serigala, bahwa itu adalah kakaknya bernama Maci yang hilang karena pergi dari rumah setelah disiksa majikannya. Dan, mereka berasal dari suatu keluarga yang kebal terhadap racun.

Dengan itu, mereka saling berbagi cerita, berterima kasih, meminta maaf, dan menjadi sahabat bahagia.

Komentar

Postingan Populer